MEDAN | REPUBLIKASUMUT.COM – Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Rahman Wahyudi diduga menerima upeti dari Bandar Judi bernama Wandi. Buktinya, hingga saat ini lokasi judi dadu dan sabung ayam di Gang Bunga, Pasar 4 Marelan, milik Wandi masih beroperasi.
Karenanya warga meminta Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto S.I.K, M.H turun tangan menggrebek dan menutup lokasi judi dadu dan sabung ayam di Gang Bunga, Pasar 4 Marelan.
“Kami mendesak agar bapak Kapolda Sumatera Utara turun menggerebek lokasi judi dadu dan sabung ayam di Gang Bunga Pasar 4 Marelan. Karena kami sudah tidak percaya lagi dan menduga jika Kapolres Pelabuhan Belawan sudah menerima upeti dari sang bandar bernama Wandi,” ujar AZ (54) warga Pasar 4 Marelan, Rabu (6/8/2026) siang.
Dijelaskan AZ, lapak judi dadu dan sabung ayam milik Wandi buka setiap hari. Hanya saja, setiap hari Sabtu dan Minggu selalu ramai.
“Kalau polisi mau menggerebek, hari sabtu atau minggu, karena ramai pemainnya,” kata AZ.
Pantauan wartawan di lokasi pada, Minggu (3/8/2025) kemarin, lapak judi sabung ayam milik Wandi disesaki ratusan pemain. Tak heran, jika omset lapak judi itu bisa mencapai ratusan juta hingga milyaran rupiah.
Dijelaskannya, tidak sembarangan orang bisa masuk ke lokasi. Sebab, di pintu masuk utama, selalu dijaga sejumlah pria diduga preman dan aparat.
“Setiap orang yang mau masuk pasti ditanyai. Kalau wajahnya asing, pasti langsung disuruh balik arah atau pulang,” katanya.
Untuk taruhan, sumber menyebut jika sekali show, taruhan bisa mencapai ratusan juta rupiah.
“Di lokasi itu selalu ramai. Pemainnya pun pemain besar. Makanya taruhannya bisa ratusan juta sekali show,” jelasnya.
Di tempat terpisah, Kasat Intel Polres Pelabuhan Belawan, AKP Teguh Raya Putra Sianturi saat dikonfirmasi mengaku akan meyelidikinya.
“Terima kasih informasinya, jika benar ada aktifitas perjudian, maka akan segera kita tindak tegas,” ujar AKP Teguh Raya Putra Sianturi. (*/tim)

